Contact Online
CONTACT 1
Id YM
CONTACT 2
Id YM
Jumlah Pengunjung

Video tentang Klaster

 

Membangun Klaster - UMKM untuk Kesejahteraan Bangsa

image

Poduktivitas dan daya saing yang tinggi dapat dicapai melalui operasi industri dan aktivitas-aktivitas penunjang yang strategik seperti pendidikan. Operasi industri, baik yang dijalankan oleh pelaku usaha skala mikro kecil, menengah (UMKM) maupun industri besar dan menengah merupakan penggerak roda perekonomian kerakyatan yang perlu didukung, dibina, dilindungi eksistensinya dan dikembangkan kapasitasnya.

Didasari kondisi nyata UMKM di Indonesia yang tertinggal jauh dari negara-negara Asia seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Taiwan maupun China, maka penguatan industri dan pendidikan guna meningkatkan kapasitas UMKM sangatlah di perlukan. Ketertinggalan ini utamanya dikarenakan oleh skala ekonomi UMKM yang kecil, rendahnya inovasi

dan lemahnya jejaring. Di samping itu, secara generik permasalahan dalam pengembangan UMKM adalah rendahnya akses permodalan, bahan baku, informasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, tingginya biaya transaksi/usaha, penerapan teknologi yang rendah dan keterbatasan rantai nilai. Peningkatan kapasitas UMKM, baik dari sisi produksi, inovasi maupun intelektual dan sosial properti dapat dilaksanakan secara terintegrasi melalui pengembangan UMKM berbasis Klaster.

 

 

 

 

 

 

 

 

Klaster adalah suatu kelompok usaha sejenis dalam suatu kawasan di mana saling berhubungan karena adanya kebersamaan dan sifat saling melengkapi. Model pendekatan klaster penting dalam peningkatan daya saing UMKM, karena melalui pendekatan klaster maka akan dapat diciptakan peningkatan daya saing industri melalui adanya pertalian diantara industri dengan lembaga terkait yang ada dalam pemusatan geografis.

Klaster secara kelembagaan menjadi wadah pembinaan dalam suatu kelompok dengan core industri tertentu yang memiliki kedekatan fungsional dan geografis. Pelaku UMKM dan berbagai stakeholder dalam klaster saling mendukung dan bersinergi untuk mengembangkan bisnis model bersama dengan peran dan fungsi masing-masing, seperti UMKM penyedia bahan baku, UMKM pengolah, UMKM jasa periklanan, UMKM jasa transportasi dan lain sebagainya. Masing-masing elemen klaster merupakan fungsional yang saling terkait dan saling membutuhkan dalam menjalankan core bisnis (bisnis utama).

Dalam upaya meningkatkan peran sektor swasta dalam pembinaan dan pendampingan klaster, maka dibentuklah Asosiasi Klaster Indonesia (AKsI). AKsI merupakan perkumpulan klaster-klaster yang ada di Indonesia, dengan anggota seluruh para pelaku dalam pengembangan klaster baik UMKM, perusahaan besar, perguruan tinggi, aparat pemerintah maupun pihak-pihak lain yang mempunyai kepedulian terhadap pengembangan klaster. AksI berangkat dari idealisme dan semangat anggotanya untuk terus maju, secara berkesinambungan mendukung peningkatan daya saing melalui klaster-klaster di Indonesia. AksI dibentuk atas prakarsa klaster-klaster yang ada di Jawa Tengah serta dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo selaku Dewan Pengarah AKsI.

Klaster UMKM adalah tulang punggung ekonomi di Indonesia. Jumlah UMKM pada tahun 2011 mencapai sekitar 52 juta dan menyumbang sekitar 60% dari PDB serta menampung 97% tenaga kerja. Sebagai pelaku aktif di sektor riil yang telah menopang perekonomian Indonesia, klaster perlu didukung oleh kebijakan nasional. Dalam jangka pendek, AksI menargetkan adanya gerakan klaster sebagai gerakan nasional. AksI juga akan memfasilitasi adanya ‘Guidance Pengembangan Klaster' serta akan terus mengadvokasi agar pengembangan klaster mendapat dukungan dari seluruh masyarakat termasuk Presiden Republik Indonesia melalui Inpres maupun dasar kebijakan lainnya.

Di Jawa Tengah pada khususnya, terdapat sekitar 200 klaster potensial. Klaster-klaster tersebut terbentuk secara alami dan banyak juga yang dibentuk atas inisiasi pemerintah. Saat ini tercatat sebanyak 120 klaster yang telah menjadi anggota AKsI. Klaster-klaster di Jawa Tengah tersebut kerap dibina oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kab/Kota bersama dengan FPESD (Forum Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya) dan FEDEP (Forum for Economic Development and Employment Promotion) dan. Program FPESD dan FEDEP menitikberatkan pada pengembangan klaster di Jawa Tengah, meliputi klaster industri, pertanian dan pariwisata.

Namun, program pemerintah kerap memiliki kelemahan dalam kesinambungan program karena kebijakan birokrasi sangat dipengaruhi oleh top manager. Baik pimpinan pada suatu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun kepala pemerintahan lainnya kerap memiliki paradigma dan prioritas yang heterogen, sehingga peran swasta sebagai intermediary sangat dibutuhkan. AKsI yang berdiri pada tahun 2013 ini berusaha menjawab kebutuhan tersebut, sebagai organisasi sosial, independen yang konsen terhadap pengembangan klaster di Jawa Tengah dan Indonesia. Dengan adanya AKsI, harapannya pencapaian tujuan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia melalui pengembangan klaster akan lebih cepat terwujud.

Sekretariat Asosiasi Klaster Indonesia (AKsI), Jln Jati Elok No. 1 Perum Jati Raya Indah, Semarang C.p Agus Suryono (081 129 6449)

 

Tue, 7 May 2013 @13:58


1 Komentar
image

Tue, 13 Jan 2015 @12:05

walfridus lilik setiawan

adakah buletin, atau informasi publik, kalo ada bagaimana berlangganan ?


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 AKsI · All Rights Reserved



RSS Feed