Contact Online
CONTACT 1
Id YM
CONTACT 2
Id YM
Jumlah Pengunjung

Video tentang Klaster

 

Klaster dan Karakteristiknya

image

Pengertian Klaster

Pengertian Klaster, menurut Porter, 1998 adalah : "Klaster merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang terkonsentrasi secara geografis, yang dikhususkan kepada para pemasok, penyedia jasa-layanan, perusahaan yang terkait secara industri, dan lembaga asosiasi di daerah tertentu yang saling bersaing, namun juga saling bekerjasama" . Dari terminologi tersebut yang terkait dalam klaster adalah adanya aliansi strategi, adanya kerjasama dan persaingan, konsorsium dan jaringan usaha bisnis. Studi dari IKED menyebutkan, pengembangan klaster umumnya didefinisikan sebagai proses kegiatan usaha dan berikut aktor-aktornya, dalam konsentrasi wilayah geografi, yang bekerjasama dalam suatu fungsi tertentu, dan membentuk hubungan yang erat dalam rangka meningkatkan kemampuan kompetisi bersama (Andersson, 2004). JICA juga mengusulkan pengertian klaster dalam suatu kelompok usaha terdekat yang berhubungan secara geografls. Pemahaman klaster juga dapat dilihat dari berbagai perspektif yang lebih spesiflk, dalam pandangan strategi bisnis klaster merupakan daerah yang luas yang melingkupi pertalian industri.

Karakteristik Klaster dapat disimpulkan sebagai berikut:

Merupakan hubungan-antar perusahaan-perusahaan dan lembaga jasa layanan usaha-bisnis di segmen tertentu.
Dilakukan disepanjang rantai-nilai, berakhir di sebuah produk akhir atau sekelompok produk akhir.
Fokus pada berbagai-tujuan (promosi ekspor, tukar-menukar pengalaman, kerja-sama pemasaran, kerjasama dalam proyek riset dan pengembangan, bersama dalam pengadaan, dll.).
Sistemnya Multi-level (penggandaan bertingkat) memadukan para pelaku mikro, meso, dan beberapa kasus terjadi juga di level makro
Sistem Multi-aktor lebih dari sekedar pelibatan kelembagaan secara penuh

Klaster yang berhasil, selalu melibatkan para stakeholder pendukung yang beragam terdiri dari:

  1. Perusahaan yang aktif secara internasional, kuat di pasar dan unggul dalam teknologi.
  2. Para pemasok atau usaha-bisnis suplementer (seringkali adalah UKM).
  3. Lembaga pendukung (pengetahuan berbasis keahlian, misalnya lembaga riset, universitas, ICT keahlian, dll dan
  4. Lembaga pemerintah (misalnya pemerintah daerah, dinas-dinas, kementrian dll.)

(Sri Hestiningsih, Sekretariat AKsI)

 

Wed, 10 Apr 2013 @19:49


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 AKsI · All Rights Reserved



RSS Feed